Please download to get full document.

View again

of 163
All materials on our website are shared by users. If you have any questions about copyright issues, please report us to resolve them. We are always happy to assist you.

PENGEMBANGAN BAHAN AJAR IPA TERPADU BERBASIS LITERASI SAINS BERTEMA PERUBAHAN ZAT DI LINGKUNGAN

Category:

News & Politics

Publish on:

Views: 286 | Pages: 163

Extension: PDF | Download: 6

Share
Related documents
Description
PENGEMBANGAN BAHAN AJAR IPA TERPADU BERBASIS LITERASI SAINS BERTEMA PERUBAHAN ZAT DI LINGKUNGAN skripsi disusun sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Pendidikan
Transcript
PENGEMBANGAN BAHAN AJAR IPA TERPADU BERBASIS LITERASI SAINS BERTEMA PERUBAHAN ZAT DI LINGKUNGAN skripsi disusun sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Pendidikan Fisika oleh Anis Ardyany Puspaningtyas JURUSAN FISIKA FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG 2015 PERNYATAAN Saya menyatakan bahwa skripsi ini bebas plagiat, dan apabila di kemudian hari terbukti terdapat plagiat dalam skripsi ini, maka saya bersedia menerima sanksi sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan. Semarang, 5 Mei 2015 Anis Ardyany Puspaningtyas ii PENGESAHAN Skripsi yang berjudul Pengembangan Bahan Ajar IPA Terpadu Berbasis Literasi Sains Bertema Perubahan Zat di Lingkungan disusun oleh Anis Ardyany Puspaningtyas telah dipertahankan di hadapan sidang Panitia Ujian Skripsi FMIPA UNNES pada tanggal Mei Panitia: Ketua Sekretaris Prof. Dr. Wiyanto, M.Si Dr. Khumaedi, M.Si Ketua Penguji Prof. Dr. Wiyanto, M.Si Anggota Penguji/ Pembimbing I Anggota Penguji/ Pembimbing II Prof. Dr. Ani Rusilowati, M.Pd Dr. Sunyoto Eko Nugroho, M.Si iii MOTTO Jangan berhenti mencoba, jangan mencoba berhenti. (Anonim) Man Jadda Wa Jadda, siapa yang bersungguh-sungguh dia yang akan berhasil (Ahmad Fuadi) If you want to live a happy life, tie it to a goal, not to people or objects. (Albert Einstein) PERSEMBAHAN Untuk Ayah, Mamah, dan Tata terima kasih atas kasih sayang, dukungan dan doa yang tidak pernah terlupa. Untuk teman-teman Tim Literasi Sains 2015 Sari, Neta, Nisa, Andri, Ika, Amel, Meily dan Muyas terima kasih bantuan dan dukungannya. Untuk teman-teman PGMIPABI 2011 terima kasih atas keceriaan, kenangan masa muda, dan kehangatan persahabatan yang kalian berikan. Untuk Devy dan teman-teman Pojok Sari Kos terima kasih untuk menjadi keluarga kedua di Semarang. Untuk sahabat dari kampung halaman Wiwik, Nizar, Aji, Nova, Burhan dan Khusni terima kasih atas bantuan dan dukungannya. Untuk teman-teman Pendidikan Fisika 2011, PPL SMA N 1 Kendal 2014, dan KKN Desa Sukorejo iv PRAKATA Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat dan kerunia-nya sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi yang berjudul Pengembangan Bahan Ajar IPA Terpadu Berbasis Literasi Sains Bertema Perubahan Zat di Lingkungan. Penelitian pengembangan bahan ajar berbasis literasi sains berlatar belakang dari rendahnya literasi sains siswa SMP di Indonesia dan bertujuan mengetahui karakteristik bahan ajar berbasis literasi sains serta keefektifan dari bahan ajar berbasis literasi sains. Penulis menyadari bahwa dalam penyusunan skripsi ini tidak lepas dari bimbingan dan bantuan dari berbagai pihak. Oleh karena itu, pada kesempatan ini penulis menyampaikan terima kasih kepada: 1. Bapak Prof. Dr. Fathur Rakhman, M.Hum., Rektor Universitas Negeri Semarang. 2. Bapak Prof. Dr. Wiyanto, M.Si., Dekan Fakultas MIPA UNNES. 3. Bapak Dr. Khumaedi, M.Si., Ketua Jurusan Fisika FMIPA UNNES. 4. Ibu Prof. Dr. Ani Rusilowati, M.Pd., Pembimbing I yang telah banyak memberikan bimbingan, pengarahan, dan saran dalam penyelesaian penyusunan skripsi ini. 5. Bapak Dr. Sunyoto Eko Nugroho, M.Si., Pembimbing II yang telah banyak memberikan bimbingan, pengarahan, dan saran dalam penyelesaian penyusunan skripsi ini. 6. Seluruh Dosen Jurusan Fisika dan keluarga besar UNNES yang telah memberikan ilmu selama belajar di Universitas Negeri Semarang. 7. Bapak Muhargo, M.Pd., Kepala SMP Negeri 1 Sidareja. 8. Bapak Suripjo, S.Pd., guru IPA kelas VII SMP Negeri 1 Sidareja. 9. Bapak SR. Tri Mulyono, S.Pd., guru IPA kelas VIII SMP Negeri 1 Sidareja. v 10. Siswa kelas VII dan VIII SMP Negeri 1 Sidareja yang berpartisipasi dengan baik pada setiap tahap penelitian. 11. Teman-teman dan semua pihak yang telah membantu dan memberikan dukungan dalam penyusunan skripsi ini. Penulis menyadari bahwa tidak ada karya yang sempurna, demikian juga dengan skripsi ini. Namun penulis berharap skripsi ini dapat bermanfaat bagi penulis sendiri maupun pembaca sekalian. Kritik dan saran senantiasa penulis harapkan untuk perbaikan penulisan karya lain di masa yang akan datang. Semarang, 11 April 2015 Penulis vi ABSTRAK Puspaningtyas, A. A Pengembangan Bahan Ajar IPA Terpadu Berbasis Literasi Sains Bertema Perubahan Zat di Lingkungan. Skripsi, Jurusan Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Semarang. Pembimbing Utama Prof. Dr. Ani Rusilowati, M.Pd. dan Pembimbing Pendamping Dr. Sunyoto Eko Nugroho, M.Si. Kata Kunci: Bahan Ajar, IPA Terpadu, Literasi Sains, Perubahan Zat, Lingkungan Indonesia selalu menduduki peringkat bawah pada hasil PISA dari tahun 2000 hingga 2012 dalam kategori literasi sains. Rendahnya literasi sains siswa Indonesia salah satunya disebabkan ketidak tersediaan buku ajar yang mengandung aspek literasi sains secara lengkap dan seimbang. Berdasarkan penelitian Hastiti (2014) buku ajar yang beredar dan digunakan di kota Semarang sebagian besar kandungannya adalah aspek sains sebagai batang tubuh, sedangkan aspek lainnya memiliki persentase yang tidak merata. Oleh sebab itu perlu dikembangkan bahan ajar atau buku ajar berbasis literasi sains yang memiliki persentase yang seimbang. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan (Research and Development) yang menghasilkan produk berupa bahan ajar literasi sains bertema perubahan zat di lingkungan. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui karakteristik, kelayakan, keterbacaan dan keefektifan dari produk yang dikembangkan. Penelitian ini diawali dengan pengembangan produk. kemudian dilanjutkan dengan uji kelayakan, uji keterbacaan dan uji keefektifan. Ujicoba dilakukan di SMP Negeri 1 Sidareja, Cilacap. Uji kelayakan dilaksanakan dengan validator dari dosen dan guru IPA kelas VII. Uji keterbacaan dilakukan menggunakan tes rumpang yang diisi oleh siswa kelas VII. Uji keefektifan menggunakan desain prestest-postest control group design pada siswa kelas VIIF dan kelas VIIH. Kelas VIIF sebagai kelas eksperimen dan kelas VIIH sebagai kelas kontrol. Kelas VIIF dan VIIH dipilih berdasarkan sistem random sampling. Hasil penelitian uji kelayakan produk dari dua validator memperoleh persentase 81,25% sehingga dikategorikan sangat layak digunakan. Berdasarkan hasil uji keterbacaan bahan ajar berbasis literasi sains dikategorikan mudah dipahami karena memperoleh persentase 57% yaitu sebesar 80,05%. Hasil uji keefektifan menunjukkan kelas eksperimen memiliki rata-rata peningkatan hasil belajar kognitif dan rata-rata hasil belajar afektif serta kognitif yang lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol. Berdasarkan data tersebut maka bahan ajar IPA terpadu berbasis literasi sains yang dikembangkan tergolong layak, mudah dipahami dan efektif dalam meningkatkan literasi sains siswa. vii ABSTRACT Puspaningtyas, A. A Science Literacy Textbook Development Theme Matter Changes in Environment. Essay, Physics Department, Science and Mathematics Faculty, Universitas Negeri Semarang. Main Preceptor Prof. Dr. Ani Rusilowati, M.Pd. and Co-Preceptor Dr. Sunyoto Eko Nugroho, M.Si. Keyword : Science Textbook, Science Literacy, Matter Changes, Environment Indonesia is always occupy the bottom rank on PISA result from 2000 till 2012 notably in science literacy categories. This condition caused by many factors. One of those factors is there no science textbook that contains science literacy ascpects completely and proportionately. Based on the last study by Hastiti (2014) that science textbook that circulates in common school has best part in first science literacy aspect that is science as the body of knowledge. But the other aspects percentage are not spread evenly. On that account, we need to develope science textbook that has complete and proportionate science literacy aspects. The type of this study is Reseacrh and Development (R&D) that produces science literacy textbook as the product. The goals of this study is knowing the characteristics, expedience, readable, and effectiveness of the product. The study start with product development and then continued by expedience test, readable test and effectiveness test. The study was done at SMP Negeri 1 Sidareja, Cilacap. Expedience test was done with the respondent are lecturer and science teacher of VII grade. Readable test uses cloze test that filled by VII grade students. Effectiveness test uses prestest-postest control group design on VIIF students and VIIH students. The students of VIIF as experimental group and VIIH students as the control group. Groups choosed by random sampling sistem. The study results in expedience test show that the literacy science textbook that developed has 81,25% of percentage from valdators. It means the literacy science teaxtbook is suitable. Based on the readable test result, science literacy textbook is easy to learn. Because the test show that science literacy textbool hasi 57% percentage from respondents. The effectiveness test results show that the experimental group has higher gain of cognitive aspect, affective and psychomotor mean score than control group. It means that the textbook is effective to gain the science literacy of student. viii DAFTAR ISI Halaman HALAMAN JUDUL... i PERNYATAAN KEASLIAN TULISAN... iii HALAMAN PENGESAHAN... iv MOTTO DAN PERSEMBAHAN... v PRAKATA... vi ABSTRAK... viii DAFTAR ISI... x DAFTAR TABEL... xii DAFTAR GAMBAR... xiii DAFTAR LAMPIRAN... xiv BAB PENDAHULUAN Latar Belakang Masalah Rumusan Masalah Tujuan Penelitian Manfaat Penelitian Batasan Masalah Penegasan Istilah Sistematika Skripsi LANDASAN TEORI, KERANGKA BERPIKIR DAN HIPOTESIS ix 2.1 Landasan Teori Kerangka Berpikir Hipotesis METODE PENELITIAN Jenis Penelitian Subjek Ujicoba Desain Penelitian Prosedur Penelitian Metode Pengumpulan Data Instrumen Penelitian Metode Analisis Data HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Penelitian Pembahasan Keterbatasan Penelitian PENUTUP Simpulan Saran DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN x DAFTAR TABEL Tabel Halaman 3.1. Interpretasi Terhadap Reliabilitas Interpretasi Terhadap Kesukaran Soal Daftar Kategori Tingkat Kesukaran Soal Pretest-Postest Klasifikasi Daya Pembeda Hasil Analisis Ujicoba Soal Pretest-Postest Rekapitulasi Kelayakan Produk Rekapitulasi Keterbacaan Bahan ajar xi DAFTAR GAMBAR Gambar Halaman 3.1. Desain Penelitian Desain Produk Model Pretest-Postest Control Group Design Desain Judul Fitur Utama Bahan Ajar Grafik Peningkatan Hasil Belajar Tiap Aspek Literasi Sains xii DAFTAR LAMPIRAN Lampiran Halaman 1. Kisi-Kisi Instrumen Penilaian Kelayakan Produk Lembar Evaluasi Kelayakan Produk Kisi-Kisi Instrumen Penilaian Literasi Sains Lembar Penilaian Aspek Literasi Sains Lembar Tes Rumpang Kisi-Kisi Soal Pretest-Postest Soal Pretest Postest Rubrik Penilaian Pretest-Postest RPP Kelas Eksperimen RPP kelas Kontrol Lembar Kerja Siswa Lembar dan Rubrik Penilaian Praktikum Analisis Homogenitas Kelompok Eksperimen dan Kontrol Analisis Hasil Ujicoba Soal Pretest-Postest Analisis Kelayakan Produk Analisis Keterbacaan Produk Peningkatan Hasil Belajar Kognitif Kelas Kontrol Peningkatan Hasil Belajar Kognitif Kelas Eksperimen Peningkatan Tiap Aspek Literasi Sains Uji Normalitas Gain Kelas VII H Uji Normalitas Gain Kelas VII F Uji Kesamaan Dua Rata-Rata Kelompok Eksperimen&Kontrol Hasil Belajar Ranah Afektif Kelas Eksperimen (VIIF) Hasil Belajar Ranah Psikomotorik Kelas Eksperimen (VIIF) xiii 25. Hasil Belajar Ranah Afektif Kelas Kontrol (VIIH) Hasil Belajar Ranah Psikomotorik Kelas Kontrol (VIIH) Uji Normalitas Hasil Belajar Afektif Kelas Kontrol (VIIH) Uji Normalitas Hasil Belajar Afektif Kelas Eksperimen (VIIF) Uji Kesamaan Dua Rata-Rata Ranah Afektif Uji Normalitas Hasil Belajar Psikomotorik Kelas Kontrol Uji Normalitas Hasil Belajar Psikomotorik Kelas Eksperimen Uji Kesamaan Dua Rata-Rata Ranah Psikomotorik Surat Keputusan Dosen Pembimbing Surat Ijin Observasi Surat Ijin Penelitian Surat Keterangan Telah Melaksanakan Penelitian Sampel Jawaban Pretest Kelas Kontrol Sampel Jawaban Postest Kelas Kontrol Sampel Jawaban Pretest Kelas Eksperimen Sampel Jawaban Postest Kelas Eksperimen Dokumentasi Uji Keefektifan Produk xiv BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Sains merupakan dasar dari teknologi dan perkembangannya sangat mempengaruhi perkembangan teknologi informasi. Abad 21 dikenal dengan abad teknologi informasi serta abad globalisasi. Pada abad ini setiap penduduk tidak lagi hanya bersaing dengan penduduk di negaranya, melainkan seluruh penduduk di dunia khususnya dalam jenjang karir dan pekerjaan. Seperti halnya pertempuran yang membutuhkan senjata, persaingan era globalisasi juga membutuhkan pendidikan khususnya pendidikan sains. Tujuan dari pendidikan sains yaitu agar siswa mampu memahami konsep sains dan pengembangannya pada peristiwa alam sekitar sehingga diharapkan dapat menggunakan tekonologi untuk memecahkan masalah dalam kehidupan sehari-hari. Berdasarkan tujuan tersebut pendidikan sains hendaknya berfokus pada literasi sains siswa seperti yang dikemukakan oleh National Research Council (1996). Literasi sains oleh OECD (Organization for Economic Co-operation and Development) didefinisikan sebagai kemampuan menggunakan pengetahuan ilmiah untuk membuat kesimpulan dan pemecahan masalah tentang alam dan interaksi alam dengan manusia (Nbina dan Obomanu, 2010). 1 2 Literasi sains ini terdiri atas beberapa aspek yaitu aspek sains sebagai batang tubuh pengetahuan (a body of knowledge), sains sebagai cara untuk menyelidiki (way of investigating), sains sebagai cara berpikir (way of thinking), dan interaksi antara sains, teknologi dan masyarakat (interaction between science, technology, and society) (Chiapetta, et al., 1991). Pendidikan sains di Indonesia telah diberlakukan selama bertahuntahun, namun sayangnya sampai saat ini hasil yang diperoleh di tingkat internasional masih sangat rendah khususnya pada fokus literasi sains. Berdasarkan data Balitbang (2011) bahwa pada hasil PISA (Programme for International Student Assesment) tahun 2000, 2003, 2006, dan 2009 untuk fokus literasi sains Indonesia mendapat skor berturut-turut 393, 395, 393,dan 383 serta peringkat 38 dari 41 (tahun 2000), 38 dari 40 (tahun 2003), 50 dari 57 (tahun 2006) dan 60 dari 65 (tahun 2009). Hasil ini masih sangat jauh dibandingkan dengan skor rata-rata Internasional yang ditetapkan PISA yaitu 500. Hasil terbaru dari studi PISA tahun 2012 berdasarkan OECD (2014) menunjukkan kemerosotan peringkat Indonesia dari peringkat ke-60 di tahun 2009 menjadi peringkat ke-64 dari 65 negara peserta dengan perolehan skor 383 menjadi 382. Rendahnya skor literasi sains siswa Indonesia menimbulkan banyak pertanyaan terkait faktor penyebabnya. Salah satu faktor yang mempengaruhi rendahnya literasi sains siswa adalah pemilihan sumber belajar. Pernyataan ini sejalan dengan hasil penelitian Ekohariadi (2009) yaitu salah faktor yang penyebab rendahnya literasi sains siswa serta 3 berkaitan langsung dan bersifat dekat dengan siswa adalah sumber belajar, baik dari buku ajar maupun dari sumber lainnya. Bahan ajar merupakan salah satu dari sumber belajar berupa segala bentuk bahan yang digunakan untuk membantu guru dalam melaksanakan kegiatan belajar mengajar (Depdiknas, 2008). Bahan ajar khususnya bahan ajar sains seharusnya digunakan semaksimal mungkin di dalam pembelajaran, seperti yang dikemukakan oleh Chiapetta, et al.(1991) bahwa bahan ajar sains memegang peranan penting dalam pembelajaran sains. Studi PISA diaplikasikan untuk siswa usia di bawah 15 tahun, yang artinya responden dari studi PISA adalah siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP). Pendidikan sains di SMP masih terbatas diberikan di mata pelajaran IPA Terpadu. Mata pelajaran IPA Terpadu diberikan untuk kelas VII, VIII dan IX. Namun muatan literasi sains untuk tingkat SMP khususnya kelas VII belum seimbang, sebagaimana hasil penelitian Hastiti (2014) yaitu muatan literasi sains telah terdapat pada sampel bahan ajar SMP kelas VII namun masih kurang seimbang antar tiap-tiap aspek literasi sains. Bahan ajar yang telah ada lebih menekankan pada aspek science as a body of knowledge yang menyajikan fakta, konsep, prinsip, hukum, hipotesis, teori, model dan pertanyaan pertanyaan yang meminta siswa mengingat pengetahuan dan informasi. Aspek ini memiliki persentase paling besar yaitu 58,24%. Selain hanya menekankan pada aspek sains sebagai batang tubuh (science as a body of knowledge), aspek interaksi sains, teknologi dan 4 masyarakat masih sangat rendah. Hal ini terlihat pada hasil penelitian Hastiti (2014) dimana persentase rata-rata buku ajar untuk aspek interaksi antara sains, teknologi dan masyarakat (interaction between science, technology, and society) adalah sebesar 7,90%. Aspek sains sebagai cara menyelidiki (way of investigating) serta sains sebagi cara berpikir (way of thinking) berturut-turut memiliki persentase sebesar 18,50% dan 15,37%. Kemampuan literasi sains dan teknologi siswa dapat ditingkatkan, salah satu caranya adalah penyajian materi ajar sains di sekolah hendaknya selalu dikaitkan dan disepadankan dengan isu-isu sosial dan teknologi masyarakat, Chiapetta, et al. (1991) mengemukakan bahwa dalam rangka membuat sains menjadi isu yang paling relevan, bantuan-bantuan pembelajaran seperti bahan ajar harus menghubungkan sains dengan kehidupan sehari-hari siswa tanpa mencurigakan integritas dari studi lapangan. Bahan ajar sains hendaknya menarik perhatian siswa dan juga menggambarkan bagaimana sains, teknologi dan masyarakat saling berhubungan. Salah satu isu terkini yang menghubungkan sains dengan kehidupan masyarakat adalah pencemaran lingkungan. Beberapa upaya penanganan pencemaran lingkungan telah dilakukan, salah satunya melalui program pendidikan lingkungan (Subiantoro, dkk., 2013). Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan diatas, saat ini bahan ajar literasi sains sangat dibutuhkan khususnya yang menyajikan interaksi sains, teknologi dan masyarakat. Namun belum ada yang mengembangkan 5 bahan ajar berbasis literasi sains khususnya terkait isu terkini tentang pencemaran lingkungan. Oleh karena itu perlu dikembangakan bahan ajar IPA terpadu kelas VII berbasis literasi sains bertema perubahan zat di lingkungan. 1.2 Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang masalah di atas dapat dirumuskan permasalahan yang diteliti, yaitu : (1) Bagaimana karakteristik bahan ajar IPA Terpadu berbasis literasi sains bertema perubahan zat di lingkungan? (2) Bagaimana tingkat kelayakan bahan ajar IPA Terpadu berbasis literasi sains bertema perubahan zat di lingkungan? (3) Bagaimana tingkat keterbacaan bahan ajar IPA Terpadu berbasis literasi sains bertema perubahan zat di lingkungan? (4) Apakah peningkatan kemampuan literasi sains siswa yang menggunakan bahan ajar IPA Terpadu berbasis literasi sains bertema perubahan zat di lingkungan lebih tinggi dibandingkan yang menggunakan bahan ajar yang beredar pada umumnya? 1.3 Tujuan Penelitian Tujuan dari penelitian ini adalah : (1) Mengetahui karakteristik bahan ajar IPA Terpadu berbasis literasi sains bertema perubahan zat di lingkungan. 6 (2) Mengetahui tingkat kelayakan bahan ajar IPA Terpadu berbasis literasi sains bertema perubahan zat di lingkungan. (3) Mengetahui tingkat keterbacaan bahan ajar IPA Terpadu berbasis literasi sains bertema perubahan zat di lingkungan. (4) Mengetahui perbedaan antara peningkatan kemampuan literasi siswa yang menggunakan bahan ajar berbasis literasi sains bertema perubahan zat di lingkungan dengan yang menggunakan bahan ajar yang biasa digunakan. 1.4 Manfaat Penelitian Manfaat yang diharapkan dari penelitian ini diantaranya adalah : (1) Bahan ajar IPA Terpadu berbasis literasi sains bertema perubahan zat di lingkungan dapat meningkatkan literasi sains siswa. (2) Bahan ajar IPA Terpadu berbasis literasi sains bertema perubahan zat di lingkungan dapat menjadi pendamping bahan ajar guru dalam melaksanakan proses pembelajaran. 1.5 Batasan Masalah Masalah pada penelitian ini perlu dibatasi agar memberikan arah yang tepat yaitu sebagai berikut : (1) Materi bahan ajar yang dikembangkan adalah materi kelas VII yaitu
Similar documents
View more...
We Need Your Support
Thank you for visiting our website and your interest in our free products and services. We are nonprofit website to share and download documents. To the running of this website, we need your help to support us.

Thanks to everyone for your continued support.

No, Thanks
SAVE OUR EARTH

We need your sign to support Project to invent "SMART AND CONTROLLABLE REFLECTIVE BALLOONS" to cover the Sun and Save Our Earth.

More details...

Sign Now!

We are very appreciated for your Prompt Action!

x